Sahabat, jangan ingin melihat cinta

Wednesday, 15 July 2009 | Labels: , | 0 comments |

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?,
ketika kita menangis ?,
ketika kita membayangkan ?.
Itu karena hal terindah di dunia ini TIDAK TERLIHAT...

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita…kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan CINTA.
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan.
Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan...
Tapi ingatlah... melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari... dan mereka yang telah mencoba.
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka...

CINTA yang AGUNG ?,
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya…,
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia,
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu'.
Apabila cinta tidak berhasil...
BEBASKAN dirimu... biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI.
Ingatlah... bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya… tapi ketika cinta itu mati, kamu TIDAK perlu mati bersamanya...

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang,
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihanan kehidupan yang telah kau buat.

TEMAN SEJATI...
Mengerti ketika kamu berkata 'aku lupa..',
Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'tunggu sebentar'.
Tetap tinggal ketika kamu berkata 'tinggalkan aku sendiri'.
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata 'bolehkah saya masuk ?'.


MENCINTAI...
BUKANlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN…
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu MENGERTI…
BUKANlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu RASAKAN…
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu BERTAHAN…
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu-sedu. Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang…

Dalam urusan cinta, kadang kita SANGAT JARANG menang..
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu akan TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia…dapat mencintai seseorang...LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri…
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita, MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia, jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar-benar mencintai.

MELAINKAN...BERJUANGLAH kamu demi cintamu. Itulah CINTA SEJATI.
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang 'yang tersedia'.
Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadar

RUSLI ZAINAL SANG VISIONER

Tuesday, 14 July 2009 | Labels: | 0 comments |



adalah calon gubernur di provinsi riau yang mmembawa visi dan misi membawa provinsi riau menjadi provinsi yang bersaing di intonesia, dan bisa memaksimalkan sumber daya propinsi rau, pak RUSLI ZAINAL sudah sangat dikenal di jajaran pemeritahan propinsi riau, dengan loyalitas dan kemampuan leadership nya menjadikan pak RUSLI ZAINAL nenoubyai daya saing yang sangat hebat dengan para calon yang lain nya, hal itu tidak berarti hanya mementingkan dirinya sendiri, tetapi hal itu membuktikan sebuah komoitmen untuk memajukan propinsi riau dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang

indahnya rencana sang pencipta

| Labels: | 0 comments |

etika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan.
Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata
dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara
ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan
kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih,
begitu semrawut menurut pandanganku.
Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil;
" anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang
indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata : "Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.

Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan
dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada
Allah; "Allah, apa yang Engkau lakukan? "

Ia menjawab : " Aku sedang menyulam kehidupanmu."
Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya
banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"

Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku
juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan
memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu
akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu

Karena kau tulang rusukku...

| Labels: | 0 comments |

Karena kau tulang rusukku...

Sebuah senja yang sempurna,

sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah

dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk

di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas,

lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?

Raka : Kamu dong?

Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?

Raka

: (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang

rusukku! Ada
tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam

tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria

mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya,

tidak lagi merasakan sakit di hati."

Setelah menikah, Dara dan Raka

mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan

muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan

hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan

hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu

sama lain.

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai

menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran,

Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak,

"Kamu nggak cinta lagi sama aku!"

Raka sangat membenci

ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, "Aku menyesal

kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!"

Tiba-tiba Dara

menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah.

Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.

Raka

menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah

tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.

Dengan

berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil

barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang

rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan

sejati masing-masing."

Lima tahun
berlalu.

Raka tidak menikah

lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke

luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke

kota semula.
Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa

kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak

menunggunya.

Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum

kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup

mengakui bahwa dia merindukan Dara.

Suatu hari, mereka akhirnya

kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan

dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas,

mata mereka tak saling mau lepas.

Raka : Apa kabar?

Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?

Raka : Belum.

Dara : Aku terbang ke New York
dengan penerbangan berikut.

Raka

: Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu

tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang

berubah.

Dara tersenyum manis, lalu berlalu.

"Good bye...."

Seminggu

kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam

itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di

dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang

rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita
cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"

Hikmah :

Istri

pendamping setia yang ada di sisi kita adalah Tulang rusuk kita, justru

yang kita cintai. namun sadarkah kita "Kita melampiaskan 99% kemarahan

justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali

adalah fatal"

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.”
(An-Nisa`: 19)

Al-Hafizh

Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat di atas menyatakan:

“Yakni perindah ucapan kalian terhadap mereka (para istri) dan perbagus

perbuatan serta penampilan kalian sesuai kemampuan. Sebagaimana engkau

menyukai bila ia (istri) berbuat demikian, maka engkau (semestinya)

juga berbuat yang sama. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam hal

ini:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara
yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri telah bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ

“Sebaik-baik

kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga (istri)nya. Dan aku

adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluarga

(istri)ku.”2 (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/173)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللهُ فِيهِ
خَيْرًا كَثِيرًا

“Kemudian

bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin

kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan

yang banyak.” (An-Nisa`: 19)

Dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an

(5/65), Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Firman Allah

Subhanahu wa Ta'ala: فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ (“Kemudian bila kalian

tidak menyukai mereka”), dikarenakan parasnya yang buruk atau

perangainya yang jelek, bukan karena si istri berbuat keji dan nusyuz,

maka disenangi (dianjurkan) (bagi si suami) untuk bersabar menanggung

kekurangan tersebut. Mudah-mudahan hal itu mendatangkan rizki berupa

anak-anak yang shalih yang diperoleh dari istri tersebut.”

Al-Hafizh

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yakni mudah-mudahan kesabaran kalian

dengan tetap menahan mereka (para istri dalam ikatan pernikahan),

sementara kalian tidak menyukai mereka, akan menjadi kebaikan yang

banyak bagi kalian di dunia dan di akhirat. Sebagaimana perkataan Ibnu

‘Abbas radhiyallahu 'anhuma tentang ayat ini: ‘Si suami mengasihani

(menaruh iba) istri (yang tidak disukainya) hingga Allah Subhanahu wa

Ta'ala berikan rizki kepadanya berupa anak dari istri tersebut dan pada

anak itu ada kebaikan yang banyak’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)

Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا
آخَرَ

“Janganlah

seorang mukmin membenci seorang mukminah, jika ia tidak suka satu

tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan

tabiat/perangainya yang lain.” (HR. Muslim no. 1469)

Al-Imam

An-Nawawi rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan larangan (untuk

membenci), yakni sepantasnya seorang suami tidak membenci istrinya.

Karena bila ia menemukan pada istrinya satu perangai yang tidak ia

sukai, namun di sisi lain ia bisa dapatkan perangai yang disenanginya

pada si istri. Misalnya istrinya tidak baik perilakunya, tetapi ia

seorang yang beragama, atau berparas cantik, atau menjaga kehormatan

diri, atau bersikap lemah lembut dan halus padanya, atau yang

semisalnya.” (Al-Minhaj, 10/58)

Seni dalam Hidup

Monday, 13 July 2009 | Labels: | 0 comments |

SENI tidak lebih penting daripada HIDUP
Namun HIDUP terasa MENYEDIHKAN bila TANPA SENI

Orang yang tidak tahu cara HIDUP YANG BAIK
Harus bisa MENINGGAL dengan BAIK

Jika orang membungkus dirinya SENDIRI
Ia akan membuat BUNGKUSAN YANG CANTIK

Senyum adalah KUNCI pembuka RUMAH KEBAHAGIAAN
KASIH SAYANG adalah PINTUNYA
Sikap SELALU GEMBIRA adalah TAMANNYA
IMAN adalah CAHAYANYA
RASA AMAN adalah DINDINGNYA

KEBAHAGIAAN adalah ketika seseorang…
Memiliki WAJAH YANG CERAH,
kebun yang HIJAU,
Air minum yang SEJUK,
Buku (bacaan) YANG BERMANFAAT,
Hati yang BERSYUKUR,
Terjauh dari MAKSIAT,
Serta MENCINTAI KEBAIKAN


KENIKMATAN DUNIA adalah FATAMORGANA
PENDERITAAN atau MUSIBAH adalah PENGHAPUS DOSA
KEMARAHAN adalah API YANG MENGHANGUSKAN
WAKTU KOSONG adalah KERUGIAN
IBADAH adalah PERNIAGAAN

KENIKMATAN DUNIA berada dalam KESEHATAN
Kenikmatan MASA MUDA berada dalam SEMANGAT dan KREATIVITAS
KEMULIAAN ada dalam TAKWA
KEHORMATAN ada dalam HARTA
KEPRIBADIAN YANG BAIK ada dalam KESABARAN

Jangan TERLALU BERAMBISI untuk mengerjakan seluruh yang di dengar
Jangan terlalu BERHARAP kepada Teman
Jangan mengerjakan SELURUH KEINGINAN

KEUNGGULAN dalam BERKATA-KATA menciptakan KEPERCAYAAN DIRI
KEUNGGULAN dalam BERPIKIR menciptakan SESUATU YANG SANGAT BESAR
KEUNGGULAN dalam MEMBERI menciptakan CINTA

Orang yang SABAR dan TOLERAN akan DIHORMATI
Orang yang PELIT DAN SERAKAH akan DIBENCI
Orang yang GEMAR berbuat KEBAIKAN akan DICINTAI
Orang yang sering MEMINTA-MINTA akan DIJAUHI

Mereka yang ORIENTASI hidupnya untuk DUNIA
Maka ia hanya akan mendapatkan DUNIA
Bahkan bisa juga tidak mendapatkan apa-apa
Mereka yang ORIENTASI hidupnya untuk AKHIRAT
Ia akan mendapatkan KEDUANYA... DUNIA dan AKHIRAT.

TINDAKAN MANUSIA BISA DI MODIFIKASI
Tetapi SIFAT MANUSIAWI tidak bisa di ubah

CINTA...
KEBAHAGIAAN...
KASIH SAYANG...
PERSAUDARAAN DAN PERSAHABATAN...
Tumbuh dari HATI YANG TULUS...

Ada SATU KATA yang membebaskan kita dari BEBAN HIDUP dan PENDERITAAN
SATU KATA itu adalah KASIH...

Hiduplah seperti BURUNG ...
Yang selalu AKTIF MENCARI REZEKI pagi dan petang ...
Dia tidak menghiraukan apa yang akan terjadi ESOK HARI ...
Dia tidak pernah KHAWATIR akan HARI ESOK...
Dia juga TIDAK BERHARAP pada siapapun...
TIDAK BERGANTUNG pada siapapun...
KECUALI kepada TUHANNYA
TIDAK MENYAKITI siapapun...
Serta terbang kian kemari dengan RIANG dan PENUH KELEMBUTAN

Bila KELEMBUTAN MELEKAT pada sesuatu pastilah ia akan MENGHIASINYA
Apabila TERLEPAS ia juga akan MEMPERBURUKNYA

doa dan kehebatannya

Sunday, 12 July 2009 | Labels: | 0 comments |

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam
sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa
yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan
bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia
memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.
John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil
terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya. "Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang."
John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, Anda tidak mempunyai garansi," alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata: "Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini."
Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, "Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis."
"Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?"
"Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.
"Letakkanlah daftar belanja Anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan Anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan
kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu
dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata
Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat
kebawah. Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi
sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat."
Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi
mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh
pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut
pada sisi timbangan yang lain.
Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus
mengambil barang-barang keperluannya dan sipemilik toko terus
menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.
Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-
apa. Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan
kertas daftar belanja si Ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di
atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek: "Tuhan, Engkau tahu
apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam
tanganMu."
Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya,
dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya.
Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar
kepadanya.

Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang
dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang
tahu bobot sebuah doa