DIANTARA KUNCI HIDUP YANG BAHAGIA
Wednesday, 8 July 2009 | Labels: KUNCI HIDUP YANG BAHAGIA | |Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang
mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar
kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan
berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan
yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan
cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ''ya.'' Tapi, percayalah itu
tidak akan berlangsung lama.
Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan
semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil
memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil
mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu
ingin memilikinya.
Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera
hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik
orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang
Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya.
Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.
Budha Gautama pernah mengatakan, ''Keinginan-keinginan yang ada pada
manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan.'' Ia
benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak
perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah
Anda putuskan dari awal.
Coba katakan pada diri Anda sendiri, ''Saya sudah memilih untuk
bahagia apapun yang akan terjadi.'' Anda akan merasa bahagia walaupun
tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak
sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena
Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana.
Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti
kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan
Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.
Ada tiga pikiran yang perlu senantiasa Anda tumbuhkan. Saya
mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah
merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap
hari tapi sering tanpa makna yang mendalam. Saya kira ajaran seperti
ini bukan hanya kita temukan dalam Islam saja, tetapi juga dalam
ajaran agama yang lain.
Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan. Coba renungkan kata
subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat
kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada
ketidaksempurnaannya. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan
selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.
Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian
besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari
ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan
sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan
satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!
Kunci kedua adalah bersyukur. Coba renungkan kata alhamdulillah.
Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan
alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani
miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat
prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan,
alhamdulillah.
Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa
serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-
orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun
ia hanya berkata, alhamdulillah.
Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang
berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah
kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani
hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata seminggu kemudian tentara
masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer.
Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena
kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat,
alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita
bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa
yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak
terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa
saja yang ia hadapi.
Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal
kecil. Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa
hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan
setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah
ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari
sekarang.
Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang
merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita
cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini
bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ''agak besar.'' Tapi, bukankah
hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu
tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam
hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah kecil.