Analisa Kebangkrutan General Motor

Wednesday, 24 June 2009 | Labels: | |

Analisa Kebangkrutan General Motor
Pada tahun 90 an General Motoar merupakan perusahan otomotif terbesar di Amerika Serikat, bahkan di dunia sekalipun General Motor diakui sebagai pemimpin pasar Otomotif, kemampuan General motor memproduksi mobil mobil yang bertenaga besar dan berpenampilan gagah, hal ini sangat berbeda dengan competitor nya seperti Toyota yang menghadirkan mobil yang kecil, minimalis dan hemat bahan bakar,
Hal ini sesuai dengan segmentasi pasar mereka dimana general motor membidik pasar yang membutuhkan image dan prestise yang tinggi sekaligus dengan harga yang sangat tinggi, hal ini berbanding terbalik dengan toyoya yang membidik pasar menengah kebawah dimana efisiensi dan minimalis sebagai nilai jualnya, pada tahun 90 an pasar berjalan normal sesuai dengan target masing masing.
Akan tetapi keadaan pasar ini terus berubah seiring dengan berbagai keadaan dimana harga minyak semakin membumbung tinggi, isu pemanasan global semakin di jadikan topik pembicaraan, dan efisiensi yang menjadi keharusan setiap individu dengan tidak mengesampingkan prestise tentunya, ditambah lagi dengan krisis financial global yang memaksa pada setiap individu bahkan setiap Negara merasa ketakutan akan membelanjakan uangnya hanya demi mengejar sebuah prestise, hal seperti ini memnjadikan pasar sangat tidak seimbang dan menjadi krisis bagi perusahaan perusahaan yang membidik pasar high end salah satunya perusahaan otomotif General Motor, berbeda dengan Toyota yang terus giat memproduksi mobil yang hemat bahan bakar dan sedikit demi sedikit mengangkat prestise nya dengan tidak mengesampingkan dan mempromosikan mobil yang hemat energy dan ramah lingkungan.
Hal semacam ini menambah keterpurukan General motor untuk terus bersaing, disamping dengan pusat produksinya yang berada di amerika dengan perkapita terbesar yang memaksa membayar pekerjanya melebihi rata rata , bahkan sampai presiden Amerika terbaru Amerika Barack Obama harus turun tangan demi membantu memulihkan oerekonomian Negaranya dan mencegah pemutusan kerja secara besar besaran yang akan meningkatkan jumlah pengangguran bagi penduduk amerika sendiri,
Namun apalah daya, hidup harus terus berjalan dengan motto siapa yang kuat dialah yang menang, General Motor sepertinya tidak sanggup menahan beban yang tidak seimbang antara pendapatan dengan pengeluaran walau Negara Amerika sudah memberikan bantuan dana , managemen harus menerima kenyataan bahwa lebih baik di bangkrutkan daripada berjalan tapi merugikan, patut disadari bahwa analisa pasar sangatlah harus dan berjangka panjang, bukan hanya mengejar prestise belaka akan tetapi harus dibarengi dengan sebuah keadaan dan target pasar tingkat ke 2,
Antara cerita General Motor dan Toyota sama persis dengan cerita Dinosaurus dan kecoa, secara usia, keberadaan kecoa jauh sebelum jaman dinosaurus di muka bumi ini, tetapi kecoa bisa hidup dan eksis sampai sekarang, bahkan tidak hanya itu kecoa bis hidup di musim apapun di Negara manapun, walaupun hidup hanya dengan mengais sisa sisa orang dan mayoritas hidup di tempat kotor, tetapi itulah kenyataan bahwa kecoa bisa bertahan dan memperpanjang keturunannya disbanding dengan dinosaurus yang lahir dengan kegagahan dan kekuatan yang tidak tertandingi
Bertahan hidup dengan kondisi sangat sulit dan berani mengorbankan prestise adalah gaya hidup kecoa demi mempertahankan kelangsungan generasi dan agar bisa hidup disegala kondisi, harus kita akui bahwa teori kecoa merupakan ilmu bisnis dan ilmu hidup yang harus diterapkan oleh semua pihak , terkecuali mereka yang ingin mati layaknya seperti Dinosaurus ataumun General motor.
Percayalah kecoa selalu mengkilat melebihi dinosaurus walaupun tak pernah mandi.

0 comments: